HIMAKOM Ilmu Komunikasi UNESA Kampus 5 Magetan Ikut Perkuat Diplomasi Akademik Internasional
Magetan, 5 Februari 2026 – Perwakilan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Negeri Surabaya Kampus 5 Magetan turut ambil bagian secara langsung dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) internasional bertema “Research in Higher Education, Opportunities and Challenges (Benchmarking UNESA Campus 5 and The University of Sydney)” yang mempertemukan UNESA dengan akademisi dari The University of Sydney.
Dalam forum ini, mahasiswa HIMAKOM Kampus 5 hadir sebagai delegasi mahasiswa Ilmu Komunikasi yang berinteraksi langsung dengan 12 mahasiswa program Inclusive Education Undergraduate Degree dari University of Sydney. Interaksi ini membuka ruang dialog lintas budaya, pertukaran perspektif akademik, serta pemahaman bersama mengenai tantangan dan peluang riset di bidang pendidikan tinggi dan inklusivitas.
Partisipasi aktif mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Kampus 5 Magetan tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai diplomat akademik muda yang mampu membangun komunikasi internasional dalam konteks riset dan pendidikan global. Melalui diskusi yang berlangsung, mahasiswa HIMAKOM turut menyampaikan pandangan tentang praktik pendidikan inklusif, komunikasi lintas budaya, serta dinamika pendidikan tinggi di Indonesia.
Kegiatan ini juga difasilitasi oleh Muhammad Abduh, S.Sos., M.A., dosen Ilmu Komunikasi UNESA, yang berperan sebagai tim kerja sama Prodi Ilmu Komunikasi sekaligus Master of Ceremony (MC). Kehadirannya memastikan jalannya dialog akademik berlangsung efektif, komunikatif, dan setara antara mahasiswa Indonesia dan Australia.
Keikutsertaan HIMAKOM Kampus 5 Magetan dalam FGD internasional ini menjadi langkah strategis dalam membangun kapasitas global mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA, sekaligus memperkuat posisi Kampus 5 sebagai bagian dari jejaring akademik internasional UNESA. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi fondasi bagi kolaborasi mahasiswa lintas negara, pertukaran gagasan riset, dan penguatan kompetensi komunikasi global di masa depan.