HIMPUNAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI GELAR IMPACT 2026, PERKUAT KAPASITAS KEPEMIMPINAN DAN MANAJERIAL FUNGSIONARIS
TAWANGMANGU — Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya Kampus 5. Selama tiga hari penuh dimulai hari Jumat tanggal 17-19 April 2026 seluruh fungsionaris HMP IKOM mengikuti program kerja IMPACT Improvement and Management Program through Gathering & Capacity Training yang dilaksanakan di Villa GG1, Tawangmangu. Mengusung tema "Sinergi Tanpa Batas: Membangun Pemimpin yang Berintegritas dan Manajerial yang Berkualitas", kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan biasa, diikuti oleh seluruh fungsionaris HMP IKOM sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia organisasi sekaligus memperkuat solidaritas antaranggota. Kegiatan IMPACT ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui berbagai pelatihan, diskusi, dan pengembangan kapasitas yang diberikan selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, manajemen organisasi, serta pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan dunia akademik maupun profesional.
Kegiatan IMPACT 2026 diselenggarakan sebagai aksi atas apa yang sering dihadapi oleh organisasi mahasiswa, seperti menurunnya motivasi anggota, miskomunikasi antar divisi, hingga kurang optimalnya manajemen waktu dan pelaksanaan program kerja. Melalui program ini HMP IKOM berupaya membentuk fungsionaris yang tidak hanya mampu menjalankan tugas organisasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memiliki integritas, kemampuan manajerial, dan keterampilan komunikasi yang baik. Dalam sesi kesan dan pesan pembina ORMAWA ibu Rizqi Mutqiyyah, M.Sc. menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan IMPACT 2026 yang dinilai berjalan dengan sangat baik. Beliau menekankan bahwa materi-materi yang diberikan selama kegiatan memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kapasitas fungsionaris. "Kegiatannya sangat baik dan menghadirkan banyak materi yang penting bagi seluruh fungsionaris. Saya berharap setelah mengikuti upgrading melalui IMPACT ini, teman-teman HMP IKOM dapat memperoleh berbagai soft skill yang nantinya bisa dimanfaatkan dalam menjalankan program kerja selama satu periode kepengurusan ke depan," ujar beliau. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dihadiri oleh seluruh peserta, panitia, serta Pembina ORMAWA HMP IKOM ibu Rizqi Mutqiyyah, M.Sc. Dalam sambutannya Pembina ORMAWA menyampaikan pentingnya pengembangan kapasitas diri bagi pengurus organisasi agar mampu menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks di era digital.
Setelah pembukaan, peserta langsung mengikuti materi pertama mengenai Manajemen Diri dan Kepemimpinan Transformatif yang dibawakan oleh bapak Danu Winata, S.Sos., M.A., M.Si.(Han). Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya kepemimpinan yang berangkat dari kemampuan mengelola diri sendiri. Materi yang diberikan mencakup manajemen waktu, penentuan skala prioritas, kecerdasan emosional, serta penguatan pola pikir berkembang (growth mindset). Melalui materi ini, peserta diharapkan mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga mampu menginspirasi dan memberikan teladan bagi rekan kerja di dalam organisasi.
Kegiatan selanjutnya peserta mendapatkan materi Komunikasi Strategis dan Teknik Negosiasi yang disampaikan oleh Bapak Wahyu Mahesa Miarta, S.H., M.Sc. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya komunikasi asertif dalam membangun hubungan kerja yang sehat serta teknik negosiasi yang efektif dalam menghadapi berbagai kepentingan organisasi. Selain itu, peserta juga dibekali strategi penyelesaian konflik dan teknik diplomasi yang dapat diterapkan ketika berhadapan dengan birokrasi kampus maupun mitra eksternal.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi, IMPACT 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang bertujuan mempererat hubungan antaranggota. Sesi ice breaking, kegiatan memasak bersama, hingga free time menjadi sarana bagi para fungsionaris untuk saling mengenal lebih dekat di luar aktivitas formal organisasi. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta mengikuti kegiatan outbound pada hari kedua. Melalui berbagai permainan dan tantangan kelompok, peserta diajak untuk meningkatkan kerja sama tim, membangun kepercayaan, serta memperkuat rasa memiliki terhadap HMP IKOM.
Sabtu pagi disambut dengan energi yang berbeda. Setelah sholat subuh dan giat pagi, seluruh peserta berkumpul untuk sarapan bersama sebelum mengikuti sesi senam pagi yang dipandu Melysa. Semangat langsung membara ketika agenda dilanjutkan dengan sesi outbound selama lebih dari tiga jam. Dengan pembagian kelompok yang ditandai warna kaos berbeda ada kuning, pink, biru, hijau, merah, dan ungu peserta dilibatkan dalam berbagai permainan kolaboratif yang secara tidak langsung melatih kepercayaan, komunikasi cepat, dan kemampuan mengambil keputusan bersama di bawah tekanan.
Setelah outbound dan ishoma, peserta kembali mengikuti materi Manajemen Strategis dan Tata Kelola Organisasi yang disampaikan oleh Ibu Rizqi Mutqiyyah, M.Sc. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya tata kelola organisasi yang terstruktur sebagai fondasi utama dalam mencapai tujuan organisasi. Materi yang diberikan tidak hanya membahas teori manajemen, tetapi juga mengajak peserta untuk melihat bagaimana sebuah organisasi dapat berjalan secara efektif melalui perencanaan yang matang, pembagian tugas yang jelas, pelaksanaan program yang terarah, serta evaluasi yang berkelanjutan. Peserta dikenalkan konsep POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) sebagai kerangka dasar pengelolaan organisasi. Selain itu, pemateri juga menjelaskan penggunaan analisis SWOT dan TOWS sebagai alat untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dimiliki organisasi sehingga setiap program kerja dapat disusun secara lebih strategis dan berdampak.
Sore harinya, sesi Evaluasi Triwulan berlangsung yang dipandu oleh Departemen PSDM. Sesi ini menjadi ruang bagi seluruh fungsionaris untuk mengevaluasi capaian dan hambatan yang telah dilalui bersama sejak awal periode. Dalam evaluasi tersebut, masing-masing departemen diberikan kesempatan untuk memaparkan capaian program kerja yang telah dilaksanakan selama tiga bulan pertama kepengurusan, sekaligus menyampaikan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi selama proses pelaksanaannya. Tidak hanya evaluasi internal departemen, sesi ini juga membuka ruang evaluasi antar divisi dan evaluasi untuk Badan Pengurus Inti sehingga setiap departemen dapat memberikan masukan, kritik, serta apresiasi terhadap kinerja fungsionaris HMP IKOM. Malam kedua pun ditutup dengan cara yang paling meriah sepanjang kegiatan sesi BBQ Time yang menghadirkan kehangatan, canda tawa, dan percakapan ringan di bawah langit Tawangmangu yang cerah.
Memasuki hari terakhir, peserta mendapatkan materi Membangun Personal Branding melalui LinkedIn yang sampaikan oleh bapak Muhammad Abduh, S.Sos., M.A. Materi ini membahas pentingnya membangun citra profesional di era digital, khususnya bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi yang nantinya akan terjun ke dunia kerja. Peserta diajarkan cara mengoptimalkan profil LinkedIn, menampilkan pengalaman organisasi secara profesional, serta memperluas jejaring dengan akademisi.
Setelah seluruh rangkaian materi selesai, kegiatan ditutup dengan sesi kesan dan pesan dari ketua pelaksana, peserta, panitia, serta pembina ORMAWA. Banyak peserta mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai kepemimpinan, manajemen organisasi, dan pengembangan diri. Selain itu, kegiatan ini juga dinilai mampu mempererat hubungan antar fungsionaris yang sebelumnya jarang berinteraksi secara intensif. Melalui penyelenggaraan IMPACT 2026, HMP IKOM berharap dapat melahirkan fungsionaris yang lebih profesional, memiliki kemampuan manajerial yang kuat, serta mampu membangun komunikasi yang efektif baik di lingkungan internal maupun eksternal organisasi. Dengan semangat “Sinergi Tanpa Batas”, kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya organisasi yang solid, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi di masa mendatang.