Kuliah Tamu Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di Kampus 5 UNESA: “Menjadi Bagian dari Solusi dan Kemajuan Bangsa
Magetan — Suasana di Kampus 5 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dipenuhi inspirasi dan antusiasme ketika Presiden ke-6 Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan kuliah tamu dengan tema “Menjadi Bagian dari Solusi dan Kemajuan Bangsa.” Acara hybrid ini diikuti secara langsung di kampus maupun daring melalui YouTube dan Zoom pada Sabtu, 18 Oktober 2025, menghadirkan ratusan mahasiswa, dosen, dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutan pembukaan, Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.K
es., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden SBY atas kehadiran dan kontribusinya bagi sivitas akademika.
“Peresmian Kampus 5 di Magetan merupakan wujud komitmen UNESA dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul,” ujarnya. “Kami berharap kunjungan Presiden SBY dapat menginspirasi mahasiswa kami untuk turut membangun Indonesia yang maju dan emas. Kuncinya ada pada sumber daya manusia; mahasiswa tidak boleh pasif, tetapi harus aktif menjadi agen perubahan.”
Cak Hasan juga menekankan bahwa UNESA terus menghasilkan mahasiswa berprestasi, khususnya di bidang olahraga, dengan beberapa alumninya kini mewakili tim nasional Indonesia.
Selama kuliah tamu, Presiden SBY membagikan refleksi tentang kepemimpinan, pendidikan, etika, dan tantangan pembangunan bangsa.
“Jadikan yang mustahil menjadi mungkin,” ajaknya. “Bersikaplah logis dan rasional, maka mahasiswa pasti akan membantu Indonesia menjadi bangsa yang besar.” Ia menekankan pentingnya etika, integritas, dan saling menghormati sebagai dasar moral masyarakat Indonesia.
Presiden SBY juga memperkenalkan Tim LavAni Volleyball yang didirikannya sebagai contoh nyata nilai ketekunan, disiplin, dan kerja sama tim, yang sama pentingnya untuk pembangunan bangsa.
Menyinggung isu nasional, SBY mengidentifikasi dua tantangan besar Indonesia saat ini: pertama, kurang fokusnya penetapan prioritas nasional karena pemerintah sering menargetkan terlalu banyak tujuan dengan sumber daya terbatas; kedua, sulitnya membangun kolaborasi dan kesatuan upaya yang kuat antar sektor.
“Membangun Indonesia adalah misi yang tidak pernah selesai. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi,” katanya. “Indonesia yang lebih baik bisa tercapai, tapi hanya jika kita bekerja keras dan bertindak dengan integritas.”
Presiden SBY juga mengingatkan pentingnya memahami UUD 1945, prinsip negara demokratis dan hukum, serta peran warga negara dalam menjunjung nilai-nilai tersebut.
“Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga mendidik manusia, membantu mereka menemukan tujuan, membangun integritas, dan menumbuhkan cinta tanah air,” tegasnya. Ia mendorong mahasiswa untuk menanamkan optimisme, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Negara kita sudah lengkap; kita memiliki segala yang dibutuhkan. Sekarang terserah kita untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata,” lanjut SBY. “Masa depan Indonesia yang lebih baik bisa tercapai jika kita bertanggung jawab dan bekerja bersama.”
Menutup arahannya, Presiden SBY menyampaikan harapan akan perdamaian di tengah meningkatnya ketegangan global, serta mendorong UNESA untuk terus berkembang sebagai institusi unggul di bidang pendidikan dan penelitian. Sebagai catatan penutup, SBY meninggalkan pesan pribadi pada kanvas acara: “UNESA, jadilah Pusat Keunggulan yang membanggakan Indonesia.”
Setelah kuliah tamu, agenda dilanjutkan dengan tukar cendera mata. Presiden SBY menyerahkan buku puisinya, “Garis Waktu Tak Bertepi,” kepada Rektor UNESA, yang sebagai balasan memberikan simbol penghargaan kepada mantan Presiden tersebut. Cak Hasan juga menyerahkan Beasiswa LavAni kepada mahasiswa-atlet UNESA berprestasi, sebagai apresiasi atas prestasi akademik dan olahraga mereka. Acara ditutup dengan sesi foto bersama, diikuti makan siang bersama pimpinan universitas dan tamu undangan.
Kunjungan Presiden SBY ke Kampus 5 UNESA meninggalkan kesan mendalam bagi sivitas akademika. Pesan mengenai etika, kolaborasi, dan keunggulan sumber daya manusia selaras dengan visi UNESA dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya cakap, tetapi juga berintegritas dan cinta tanah air. Acara ini semakin mengukuhkan peran UNESA sebagai pusat keunggulan pengembangan manusia dan menginspirasi mahasiswa untuk benar-benar mewujudkan tema “Menjadi Bagian dari Solusi dan Kemajuan Bangsa.” (Sumber: Tim Website Kampus Unesa 5 )